BANGKA SELATAN – Aktivis Bangka Selatan, Muhammad Rosidi menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTD). Akibatnya sejumlah bagian tubuh Rosidi mengalami luka bakar serius sehingga harus menjalani perawatan intensif di RSUD.
Melansir babelhebat.com jaringan http://halobabel.com, Muhammad Rosidi yang akrab disapa Kak Ros disiram air keras oleh dua orang terduga pelaku yang tak dikenal di Jalan Raya Jenderal Sudirman Toboali, tepatnya di Simpang Lampu Merah Ampera, Selasa (17/2/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi saat Rosidi masih berada di dalam mobil pribadinya jenis Suzuki Ertiga warna merah marun dengan nomor polisi BN 1047 VC dengan kondisi kaca pintu samping sebelah kanan dalam keadaan terbuka.
Rosidi menjelaskan, pelakunya dua orang yang tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor jenis metic.
“Sepertinya terduga pelaku telah membuntuti sejak saya masih duduk di Warkop 77.
Rencananya saya mau santai bersama teman-teman aktivis di Warkop Ampera,” kata Rosidi saat ditemui di RSUD Basel.
Bagian tubuh yang terkena siraman air keras tampak melepuh mulai dari leher, dagu, perut, paha hingga kaki.
Rosidi menambahkan, peristiwa yang dialaminya akan segera dilaporkan secara resmi ke Polres Bangka Selatan.
“Nanti saya buat laporan resmi ke Polres Bangka Selatan agar peristiwa ini dapat segera diusut tuntas,” tegas Rosidi.
Saat ini Rosidi masih menjalani perawatan intensif di RSUD Basel.
Aktif Soroti Kasus Pengeroyokan
Rosidi dikenal sebagai aktivis yang kritis terhadap berbagai persoalan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Bangka Selatan.
Tak jarang ia tampak memimpin sejumlah aksi demonstrasi damai dalam menyuarakan hak-hak masyarakat dan mengkritisi sejumlah kebijakan daerah yang dinilai tidak tepat.
Belakangan, sejak kasus pengeroyokan mantan Direktur RSUD Basel, dr Muhammad Fauzan yang melibatkan ajudan Bupati Basel, berinisial R, tak luput dari perhatiannya.
Rosidi, lewat akun facebook @RosidiDana membagikan beberapa vidio berisi komentar terkait kasus yang hingga kini masih penyelidikan kepolisian.
Rosidi meminta pihak kepolisian bersikap profesional dalam mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
Apalagi, ajudan Bupati Basel yang merupakan polisi aktif saat peristiwa pengeroyokan diduga sempat mengeluarkan pistol.
Untuk diketahui, Fauzan diduga dikeroyok di rumah pribadinya di Kelurahan Teladan, Toboali, Sabtu (17/2/2026) pekan lalu oleh tiga orang terduga pelaku.
Salah satu terduga pelaku Ajudan Bupati Basel, Brigpol R, sudah diperiksa oleh Propam di Polres Basel terkait dugaan keterlibatannya dan pistol yang sempat dikeluarkan saat peristiwa tersebut.
Sedangkan dua terduga pelaku lainnya, hingga kini belum berhasil ditangkap polisi. Hingga kini, kasus tersebut belum ada titik terang.
Meskipun secara resmi M Fauzan sudah melaporkan ke Polres Basel dan Propam Mabes Polri lewat aplikasi online. Fauzan dan istrinya sudah dimintai keterangan penyidik Polres Basel, termasuk sejumlah saksi.
Hingga berita ini dipublish, Polres Basel dan pihak terkait dalam upaya konfirmasi terkait penyiraman air keras dan kasus pengeroyokan dr Fauzan. (*)
Sumber: http://ayobangka.com


















