HALOBABEL.COM – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, S.I.P, M.Si angkat bicara terkait kabar di media yang menyebut oknum Intel Kodam terlibat dalam pengawalan timah di Bangka Belitung.
Dia menyayangkan adanya informasi yang menyebut Pangdam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis pilih bungkam saat ditanya perihal tersebut merupakan pernyataan sepihak dari media.
Menurutnya hal itu bukanlah bentuk pengabaian, melainkan sikap profesional untuk memberikan ruang bagi Polisi Militer (POM) bekerja tanpa intervensi opini publik.
“TNI memiliki aturan hukum disiplin dan pidana militer yang sangat ketat. Jika terbukti ada keterlibatan oknum dipastikan tindakan tegas akan diambil sesuai prosedur yang berlaku tanpa perlu gaduh di media.,” kata Kapendam, Letkol Inf Yordania.
Bahkan dugaan oknum Intel Kodam yang disebut media terlibat mengawal pasir timah sebanyak 10 ton pada 28 Desember 2025 ke smelter MGR juga tudingan tidak memiliki dasar dan bukti yang kuat.
“Hasil konfirmasi yang kami dapat atas dugaan keterlibatan oknum anggota tersebut sudah dilakukan pemeriksaan di Pomdam II/Sriwijaya. Hasil periksa tidak ditemukan bukti bukti kongkret atas keterlibatan dalam oknum TNI dalam pengiriman biji timah ke pabrik smelter MGR,”tegasnya.
Sementara itu, Gun, oknum Intel yang dituduh mengawal timah juga membantah tudingan media.
“Semenjak ada Satgas yang diterjunkan di Provinsi Bangka Belitung pengawasan timah yang ada di Babel tersebut sudah sangat terawasi dengan ketat. Dan apabila ada indikasi keterlibatan saya selaku aparat monitor wilayah sah-sah saja untuk memonitor situasi. Seperti kejadian dilapangan untuk antisipasi sebagai pulbaket wilayah untuk bahan laporan pimpinan,” ungkapnya, Sabtu (3/1/2026).
Dalam pemeriksaan, kata Gun, konfirmasi yang sudah dilakukan ke yang bersangkutan.
“Bahwa saya selaku aparat monitor wilayah tidak pernah melibatkan diri untuk aktivitas pertimahan baik itu tambang atau pun jual beli timah,” tegasnya.
Gun menambahkan, dari pemberitaan yang menuding ada dugaan atas keterlibatan oknum anggota hanya omong kosong saja.
“Berita yang dibuat tersebut tidak disertai bukti-bukti, data dan fakta di lapangan adanya keterlibatan dalam pengiriman biji timah ke pabrik smelter MGR,” tandasnya. (**)


















